Dili, 15/01/2016. Departemen Hubungan Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) menemui pimpinan Dana Pengembangan Sumberdaya Manusia (Portugis; FDCH) Isménio Martins da Silva di kantor FDCH. Dalam pertemuan itu membahas kemungkinan adanya kerjasama dibidang pengembangan sumberdaya manusia.

Konselir DFAT Rachel Moore dalam kesempatan itu mengatakan pihaknya ingin membantu FDCH dalam hal pendanaan pelatihan bahasa inggris, namun menurutnya bentuk pendanaan yang diberikan tidaklah banyak, untuk itu diharapkan adanya co-funding antara kedua pihak.

“Kami ingin membantu apa yang dilakukan FDCH kepada Kementerian Pendidikan dalam hal pelatihan bahasa inggris bagi para guru tingkat sekolah menengah, apabila kedepannya FDCH masih melanjutkan pendanaannya maka kami mau terlibat didalamnya.” Jelas Rachael Moore.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa selain pelatihan, DFAT juga telah membantu masyarakat Timor-Leste dibidang kesehatan, air bersih dan pendidikan, namun bantuan tersebut dikerjakan dalam satu paket selama lima tahun dan proyek ini bisa diperpanjang kembali berdasarkan hasil pelaksanaan dan anggaran dari DFAT itu sendiri.

“Kami juga bekerjasama dengan para tenaga kerja asal Timor-Leste di Australia, pelatihan bahasa inggris untuk UNTL dan pelatihan bahasa inggris untuk para guru sekolah menengah.” Sambung Moore.

Dalam kesempatan yang sama, kedua pihak (FDCH dan DFAT) turut membahas bagaimana memperluas bentuk pendanaan di bidang pengembangan sumberdaya manusia. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Eksekutif FDCH mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan rencana yang baik apabila sudah ada hasil dari dua penelitian yang sedang berjalan yakni Evaluasi untuk Hasil Program FDCH dan Penelitian Pemetaan Sumberdaya Manusia secara nasional untuk sektor publik dan sektor swasta.

“Kami sekarang sedang membenahi sistem data base bagi para penerima manfaat, kami juga akan menggunakan hasil pemetaan yang ada untuk mempelajari dana pelatihan pada tahun depan dan kami akan memperbaiki cara pendekatan dengan beberapa kementerian kerjasama tentang rencana program pelatihan ini”. Ujar Isménio Martins da Silva.

Pimpinan FDCH ini lebih lanjut mengatakan dukungan DFAT tersebut akan diwujudkan melalui suatu bentuk kerjasama yang telah ditetapkan dalam rencana Kementerian Pendidikan. Untuk hal seperti ini, setiap tahunnya FDCH selalu mendanai kegiatan pelatihan yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan melalui INFORDEPE.

Untuk itu, kedua pihak baik itu FDCH maupun DFAT akan mendiskusikannya secara rinci tentang mekanisme kerjasama yang baik untuk pengimplementasiannya. Meski demikian tidak menutup jalan untuk tetap meminta masukan dari para ahli untuk kegiatan penelitian yang akan datang, dimana rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2016.

Sebelumnya di tahun 2015 DFAT talah membantu bidang penelitian, sementara itu sudah ada beberapa ahli yang sudah melakukan pendampingan terhadap penelitian yang dilakukan FDCH yakni dengan cara melakukan pengembangan metode dan analisis data penelitian tentang evaluasi hasil program FDCH tahun 2011-2014 dan pemetaan sumberdaya manusia secara nasional pada sektor publik maupun sektor swasta. Penelitian tersebut dilakukan selama 10 bulan dan hasilnya akan diumumkan pada tiga bulan kedua tahun 2016 ini.

Related Post :


Total Viewer : 372 Views || Category: Berita