Dili,15/08/2017 (FDCH) Presiden Republik Dr. Francisco Guterres “Lu Olo” mengadakan pertemuan secara khusus dengan lembaga Pengelola Dana Sumber Daya Manusia (FDCH) dengan maksud untuk mendengarkan secara langsung perkembangan pembangunan sumber daya manusia Timor-Leste dan mekanisme yang dipakai untuk mendukung pemberian pelatihan bagi masyarakat Timor-Leste.

Pertemuan antara Sekretaris Eksekutif FDCH Isménio Martins da Silva dan Bapak Presiden Dr. Fransisco Guterres “Lú-Olo” ini didampingi oleh beberapa penasehat dari kabinet kepresidenan yakni Bapak Roque Rodrigues, Ibu Aicha Basarewa, Bapak Harold dan Ibu Filomena de Almeida. Sementara itu dipihak FDCH sendiri didampingi oleh Ibu Leila Carceres dan Bapak António Febu.

Pertemuan itu langsung dibuka dengan pembahasan prinsip dasar FDCH dan bagaimana bisa menjamin pelatihan bagi semua masyarakat dan pegawai negeri termasuk pegawai kabinet kepresidenan dan menjelaskan cara bagaimana manampung semua permohonan beasiswa yang datang dari seluruh masyarakat Timor-Leste.

“Pada kesempatan ini, kami juga mendiskusikan segala kemungkinan jika dimasa yang akan datang pihak FDCH dan Kabinet Kepresidenan bisa merespon permohonan individu yang di tujukan kepada Presiden” Ucap Isménio M. da Silva.

Lebih lanjut, Isménio menambahkan bahwa Anggaran Belanja Negara tahun 2017 yang dialokasikan kepada Kabinet Kepresidenan berjumlah $55,000, dana tersebut dialokasikan untuk kepentingan kegiatan pelatihan bagi para pegawai kepresidenan. Seperti diketahui bahwa anggaran tersebut baru dipakai sekitar 11% ($6,000) namun ada kemungkinan bisa dilakukan virement (pengalihan) jika Bapak Presiden mau memprioritaskan bantuan ini kepada pelajar Timor-Leste.

Pada kesempatan ini juga Bapak Presiden ingin mendengarkan pandangan dari FDCH tentang kasus beberapa mahasiswa penerima beasiswa yang sedang belajar di Cabo-Verde.

“Saya menjawab bahwa pada tanggal 3 Agustus 2017 Menteri Pendidikan Bapak, António da Conceição dan sebuah tim dari FDCH sudah bertemu bapak Perdana Menteri, Rui de Araújo untuk menginformasikan sekaligus melaporkan hasil kunjungan kedua ini ke Cavo-Verde terhitung tanggal 5 – 21 Juli 2017”.

FDCH juga menginformasikan kepada Bapak Presiden bahwa Perdana Menteri sudah menyetujui permohonan dari Menteri Pendidikan, António da Conceição untuk segera mengirim seorang asisten atase ke Cabo-Verde yang bertugas mendampingi para mahasiswa termasuk mengawasi situasi keamanan disana sebelum memutuskan sesuatu.

Apabila 19 orang dari 43 orang para mahasiswa itu mau kembali ke Timor-Leste, berdasarkan aturan bantuan beasiswa, para mahasiswa tersebut harus mengikuti seleksi ulang agar bisa kembali melanjutkan studi di tempat atau negara lain.

Bapak Presiden pada kesempatan ini juga mengingatkan kepada FDCH untuk meihat perihal ini dengan sebaik-baiknya. Kedepannya harus melihat kualitas dari Perguruan Tinggi tersebut termasuk yang ada didalam negeri, seperti yang terus dikatakan oleh Bapak Menteri Perencanaan dan Investasi Stategi Kay Rala Xanana Gusmão.

Lebih lanjut Bapak Presiden masih menaruh kepercayaan kepada Pemerintah Melalui Bapak Perdana Menteri untuk melihat perihal tersebut dengan baik agar dapat menjamin keterlibatan pemuda pada program ini sekaligus Ia meminta untuk menaruh perhatian pada masalah mahasiswa di Cabo-Verde sebagai sesama negara berbahasa Portugis. (Media FDCH)

Related Post :


Total Viewer : 2158 Views || Category: Berita