DILI, 29/08/2018 Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu dan Budaya melalui Sekretariat Teknik Sumber Dana Pengembangan Manusia  (Portugis; FDCH) melakukan rapat yang kedua kalinya dengan 25 partner kerja dibidang pengembangan sumberdaya manusia dan beberapa partner internasional di ruang knowledge center FDCH. Dalam pembukaannya, Sekretaris Eksekutif FDCH Isménio Martins da Silva mengatakan bahwa rapat ini terlaksana karena adanya perintah dari Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu dan Budaya (Portugis; MESCC) Longuinhos dos Santos.

Ini adalah perintah beliau (Menteri MESCC) seperti diketahui bahwa partnership meeting merupakan salah satu program 100 hari menjabatnya beliau sebagai menteri” ungkap Isménio saat membuka rapat.

Dilanjutkannya bahwa rapat ini bertujuan untuk melihat kembali program dan kesiapan perencanaan dari kerjasama kementerian dan beberapa institusi otonomi publik yang selama ini mendapatkan dana dari FDCH serta meningkatkan koordinasi dengan beberapa partnership yang ada untuk bersama-sama membuat suatu perencanaan pengembangan sumberdaya manusia di tahun 2019 nanti.

“Walaupun anggaran belanja negara tahun 2018 sedang dibahas di Parlemen, namun tidak menutup kemungkinan bagi kita untuk mempersiapkan program tahun 2019 nanti, untuk itu Bapak Menteri memerintahkan saya agar segera melakukan koordinasi dengan stakeholders dan beberapa organisasi yang selama ini mendukung pengembangan sumberdaya manusia agar setidaknya bisa memberikan masukan tentang program apa saja yang perlu kita persiapkan untuk tahun depan”. Lanjut Sekretaris Eksekutif FDCH disela-sela sambutannya.

Menjawab hal itu, para stakeholders yang sebagian besarnya datang dari beberapa negara sahabat melalui kedutaan besarnya di Timor-Leste menyatakan kesanggupannya untuk mendukung program pengembangan sumberdaya manusia di tahun 2019 dan siap berdiskusi tentang perencanaannya pada pertemuan yang akan datang.

Selain perwakilan kedutaan besar Indonesia, Amerika Serikat, New Zealand, Jepang, Korea Selatan, Brazil, Portugal dan Filipina, hadir juga beberapa organisasi internasional seperti ADB (Asia Development Bank) World Bank, GIZ, WDPTL, CARDNO, ILO dan JICA. Selain itu ada beberapa stakeholders nasional seperti Kementerian Keuangan, Sekretaris Negara Urusan Pelatihan dan Tenaga Kerja, PNDS, INAP-MAE dan Komisi Kepegawaian Negeri Timor-Leste. (Media FDCH)  

Related Post :


Total Viewer : 557 Views || Category: Berita