DÍLI, 17/03/2018, Japan International Cooperation Center (JICE) dan Japan International Cooperation Agency ( JICA ) menunjukkan ketertarikannya akan sistem yang dibangun oleh Dana Pengembangan Sumberdaya Manusia (Portugis; FDCH).

Ketertarikan itu ditunjukkan dalam pertemuan yang antara JICE-JICA dan Tim FDCH yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Eksekutif FDCH Isménio Martins da Silva yang dilangsungkan pada hari Jumat di Ruang Knowledge Center FDCH, Dili.

Sekretaris Eksekutif Isménio Martins da Silva dalam pertemuan itu menjelaskan tentang keberadaan Dana Khusus di Timor-Leste, dasar hukum pembentukan FDCH serta empat program utama FDCH seperti Pelatihan Profesional, Pelatihan Teknik, Beasiswa dan Bentuk Pelatihan lainnya.

Pada kesempatan yang sama Isménio Martins mempresentasikan sistem data base bagi para penerima manfaat dari FDCH yang dinamakan BMIS (Beneficiaries Management Information System) kepada tim perwakilan JICE – JICA.

JICE-JICA memberikan apresiasi yang sedalam-dalamnya terhadap sistem database BMIS yang dibangun FDCH ini, karena menurut mereka sistem ini dapat mengakumulasikan data dari para penerima manfaat yang didanai oleh FDCH, oleh karena itu JICE-JICA sangat ingin mengadopsi sistem (BMIS) tersebut dari FDCH dimasa yang akan datang.

Selain itu, kedua pihak juga mendiskusikan bagaimana JICA bisa membantu pelatihan kepada para pegawai FDCH dan pegawai Negeri pada umumya. Turut hadir dalam pertemuan itu Project formation advisor JICA Ikumi Ogiwari, Country Officer (JICE) Yuko Higashi dan Program officer JICA José Ricardo.

Seperti diketahui bahwa pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Japan International Center (JICE) selama ini telah memberikan Beasiswa, tour dan studi banding untuk para pegawai Negeri ke Jepang.(MEDIA FDCH)

 

Related Post :


Total Viewer : 407 Views || Category: Berita