DILI, 27/2/2017(FDCH) Lembaga Pengelola Dana Sumber Daya Manusia (FDCH) mulai membuka 52 lowongan beasiswa yang dikhususkan untuk anak-anak veteran dan para pejuang Timor-Leste yang akan melanjutkan studinya di bidang kedokteran hewan dan Teknik di Indonesia.

Sekretaris Eksekutif FDCH, Isménio Martins da Silva mengatakan bahwa program ini adalah yang pertama kalinya, dan itu terealisasi karena disetujui oleh Ketua Dewan Administrasi Lembaga Pengelola Dana Sumber Daya Manusia (FDCH) Kay Rala Xanana Gusmão, sekaligus Menteri Perencanaan dan Investisi Strategi serta beberapa anggota tetap dewan yakni Menteri Keuangan, Menteri Pendidikan, Menteri Kehakiman, Menteri Perminyakan, dan Sekretaris Negara Kebijakan Pelatihan Profesional dan Ketenagakerjaan (SEPFOPE).

“Berdasarkan kewenangan Dewan Administrasi yang tercantum dalam Pasal 4 undang-undang No. 12/2011 tertanggal 23 Maret, setelah ada perubahan dan dipublikasikan dengan undang-undang No. 11/2015 tertanggal 3 Juni, memutuskan bahwa FDCH bisa membuka lowongan beasiswa ke luar negeri hanya untuk anak veteran dan para pejuang. Begitupun undang-undang No. 30/2008 tertanggal 13 Agustus tentang aturan pemberian beasiswa ke luar negeri dan juga kewenangan Sekretaris Eksekutif FDCH pada pasal 11 ayat ke 2 Peraturan Menteri No. 9/2011 tertanggal 13 April yang mengatakan tentang beasiswa dan pelatihan di luar negeri” imbuh Sekretaris Eksekutif Isménio Martins da Silva disela-sela pertemuannya dengan beberapa pejabat dari Kementerian Pendidikan, Kementerian Solidaritas Sosial serta dari Kementerian Pertanian dan Perikanan.

Lebih lanjut, Sekretaris Eksekutif ini menambahkan bahwa program beasiswa untuk anak-anak veteran dan para pejuang ini terlaksana karena ada persetujuan pula dari Parlemen Nasional dan mendapat pengesahan dari Presiden Republik pada anggaran belanja negara tahun 2017 dan itu tertuang pada Buku 6 tentang Dana Khusus FDCH, seperti yang dilangsir dalam surat keputuran Menteri No. 1/MPIE/I/2016 yang dipublikasikan pada Majalah Republik dan ditandatangani oleh Menteri Perencanaan dan Investasi Strategi, Kay Rala Xanana Gusmão.

Adapula syarat untuk para calon penerima beasiswa yakni harus benar-benar anak kandung dari para veteran dan para pejuang yang masih berusia antara 17 sampai 30, selain itu para calon tersebut harus mampu menunjukkan surat keterangan veteran dari Kementerian Solidaritas Sosial sebagai bukti bahwa calon tersebut benar-benar anak dari veteran dan pejuang serta harus memiliki nilai yang bagus khususnya IPA dari ijasah sekolah menengah atas. Ada dua Perguruan Tinggi dimana para penerima beasiswa akan melanjutkan studinya yakni 42 orang di Institut Teknologi Surabaya (ITS) Sepuluh Nopember untuk bidang teknik, dan 10 rang lainnya untuk jurusan kedokteran hewan program S1 di Universitas Udayana (UNUD) Bali.

Di bidang teknik, para penerima beasiswa mengambil jurusan antara lain Matematika, Statistik, Teknik Mesin, Teknik Kelistrikan, Teknik Kimia, Teknik Fisika, Teknik Industri, teknik material dan metalurgi, Design Industrial, Perencanaan Kota dan Wilayah, Teknik Konstruksi Kelautan, Teknik untuk Sistem Konstruksi Kelautan, Teknik Kelautan dan Transportasi Laut.

FDCH mulai membuka lowongan beasiswa ini pada tanggal 2 Maret sampai 3 April. Setelah itu, bagi mereka yang dinyatakan lolos pada tahap seleksi dokumen, akan mengikuti ujian tahap berikutnya yakni TPA (Test Potensial Akademik) dan wawancara. Tim juri akan didatangkan langsung dari dua Perguruan Tinggi yang bersangkutan, selain itu adapula bridging course untuk para calon penerima beasiswa yang terseleksi yang rencananya akan dilangsungkan di kedua kampus selama 3 bulan sebelum memasuki tahun akademi 2017. (Media FDCH)

Related Post :


Total Viewer : 786 Views || Category: Berita