DILI, 24/07/2017 (FDCH).  Sekretaris Eksekutif Lembaga Pengelolah Dana Sumber Daya Manusia (FDCH) Isménio Martins da Silva, didampingi oleh Koordinator Kabinet Administrasi Keungan dan Personalia (GAFRHI) Leila Carceres menghadiri acara pengenalan 25 fasilitator pelatihan Bahsa Indonesia dati Bahasa Indonésia Bagi Penutur Asing- BIPA.

Bahasa Indonesia memang sering menjadi kendala bagi masyarakat Timor-Leste yag ingin melanjutkan studi di Indonesia, untuk itu Pemerintah Indonesia melalui Kedutaannya di Timor-Leste berkomitmen untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat Timor-Leste untuk mempelajari Bahasa Indonesia melalui pelatihan.

Fasilitator yang berjumlah 25 orang tersebut datang untuk memberikan pelatihan Bahasa Indonesia yang mana pelatihannya akan terpusat di Pusat Budaya Indonesia (PBI), Institute of Business (IOB) dan East Timor Coffe Institute (ITCI) Ermera.

“Untuk Timor-Leste, beberapa tahun sebelumnya kita hanya mendatangkan 8 orang fasilitator unutk mengajarkan Bahasa Indonesia, namun diawal tahun 2017 ini, ada kejuan yang pesat yakni sekurang-kurangnya sudah 25 orang fasilitator sudah kita datangkan untuk pelatihan Bahasa Indonesia di Timor-Leste”, ungkap Dr. Ir. Sedercor Melatunan, Msc. Atase Pendidikan Indonesia untuk Timor-Leste.

Lebih lanjut Atase Pendidikan ini juga menambahkan bahwa kemauan masyarakat Timor-Leste untuk mempelajari Bahasa Indonesia sangat meningkat. Sebelumnya peserta yang mengikuti pelatihan ini hanya berkisar dibawah 100 orang, namun memasuki tahun 2017 ini, tingkat keikutsertaan pelatihan meningkat menjadi 1200 orang.

Beliau berharap bahwa di masa yang akan datang materi Bahasa Indonesia sudah bisa masuk pada sekolah-sekolah menengah dan bukan hanya pada tingkat Perguruan Tinggi, hal ini dilakukan untuk mempersiapkan pelajar yang apabila setelah tamat sekolah menengah dan ingin melanjutkan kuliahnya di Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Indonesia untuk Timor-Leste Sahat Sitorus terus memotivasi para fasilitator untuk tetap semangat dan berkeinginan baik dalam mengajarkan Bahasa Indonesia.

Lebih lanjut ia menambahkan bahwa fasilitator bagaikan pahlawan tanpa pamrih, yang mana jasanya tidak bisa dibayar oleh apapun. Untuk itu ia menyarankan kepada para peserta agar menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya.

“Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada anda sekalian, giatlah belajar dan terus berusaha, Indonesia akan siap dan tetap bersama anda dan seluruh masyarakat Timor-Leste untuk melangkah bersama” imbuh Dubes Indonesia ini diselah-selah sambutannya.

Hal senada diungkapkan oleh Rektor IOB Augosto da Conceição Soares, SE, MM. Didalam sambutannya beliau mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia melalui Duta Besar Indonesia di Timor-Leste dan Atase Pendidikan Indonesia untuk Timor-Leste karena sudah mengadakan bekerjasama dengan IOB untuk mendatangkan tenaga pengajar bahasa Indonesia ke Perguruan Tinggi yang dipimpinnya itu.

Lebih kanjut Rektor ini meminta kepada para mahasiswanya untuk menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya karena Timor-Leste membutuhkan sumber daya manusia yang berkompeten.

“Kalian harus belajar, belajar dan belajar. Saat ini adalah waktu kalian, waktu kami tidak lama lagi akan hilang, untuk itu kalian harus belajar sehingga bisa membawa kemajuan bagi negara ini, kalau bukan kalian, siapa lagi, dan kalau tidak sekarang, kapan lagi”, imbuh Rektor Augosto.

Di lain pihak, Sekretaris Eksekutif FDCH, Isménio Martins da Silva dalam sambutannya sedikit memberikan informasi tentang pekerjaan FDCH yang ada hubungannya dengan sumber daya manusia, lebih lanjut beliau pun menginformasikan tentang program beasiswa yang sudah didanai sebanyak 3,450.

Sehubungan dengan pelatihan Bahasa Indonesia, Sekretaris Eksekutif  sepakat dengan apa yang dikatakan Atase Pendidikan tadi, bahwa keinginan masyarakat Timor-Leste untuk belajar Bahasa Indonesia meningkat pesat.

“benar yang dikatakan Atase Pendidikan tadi bahwa keinginan belajar bahasa Indonesia dari anda sekalian sangat besar sekali, karena di sebagian sekolah basic sains masih memakai materi bahasa Indonesia, dan konstitusi juga menganjurkan kita untuk mempelajari empat bahasa termasuk bahasa resmi dan bahasa nasional serta bahasa pengantar kerja” imbuh Sekretaris Eksekutif di selah-selah sambutannya.

Untuk itu kami selaku pemerintah meminta kepada kalian yang ingin melanjutkan kuliah di Indonesia atau di negara lain yang berbahasa Indonesia atau melayu gunakanlah kesempatan yang baik ini yang telah dipersembahkan oleh PBI dan Duta Besar Indonesia.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Sekretaris Eksekutif ini menambahkan bahwa walaupun nantinya ada pemerintahan yang baru, sumber daya manusia tetap menjadi prioritas.

Acara ini dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Timor-Leste, Atase Pendidikan Indonesia untuk Timor-Leste, Rektor East Timor Coffee Institute, Rektor IOB, Perwakilan Kementerian Pendidikan, Sekretaris Eksekutif FDCH yang didampingi oleh Koordinator GARFHI, para fasilitator dan peserta pelatihan. Acara ini diadakan di Pusat Budaya Indonesia (PBI) Merkadu Lama, Dili, Timor-Leste. (Media FDCH)

Related Post :


Total Viewer : 838 Views || Category: Berita